Artikel TPA

Salah satu penyebab gagal TPA

TPA atau Tes Potensi Akademik saat ini menjadi standar tes masuk untuk Perguruan Tinggi di Indonesia. Baik di tingkat Sarjana S1, Master S2 maupun tingkat Doktor S3. Tes ini terdiri dari tes verbal, atau tes bahasa. Tes numerik atau tes angka. Dan juga tes logika atau penalaran. Tes Penalaran sendiri biasanya meliputi tes gambar atau tes figural, atau tes spasial.

Tes TPA sesungguhnya bukanlah tes yang sulit untuk ditaklukkan. Namun demikian, banyak dari peserta tes yang gagal lulus skor minimum karena belum memahami bagaimana cara menaklukkan tes ini. Untuk tingkat Sarjana S1, umumnya skor minimumnya adalah 450. Sedangkan untuk S2 adalah 500. Dan untuk S3 umumnya mematok skor minimum 550. Namun demikian, skor minimum ini adalah bergantung kebijakan masing-masing kampus.

Salah satu penyebab kegagalan tes TPA adalah kurangnya memahami karakter tes ini. Peserta yang baru pertamakali atau bahkan peserta yang telah beberapa kali mengikuti tes masih juga gagal memahami karakter tes ini. Tes TPA memiliki poin penilaian yang sama besar bobotnya. Artinya satu soal dengan soal yang lain, memiliki bobot nilai yang sama. Baik itu soal yang sulit, maupun soal yang mudah. Baik itu soal yang perlu waktu lama untuk dicari jawabannya, maupun soal yang hanya perlu waktu singkat untuk ditemukan jawabannya. Seluruh soal memiliki nilai yang sama.

Untuk itulah Anda tidak perlu ambil pusing terhadap soal tertentu yang anda tidak bisa atau tidak menemukan jawabannya. Langsung saja beralih ke soal lain. Dengan demikian, anda akan banyak menghemat waktu dan energi pikiran anda. Sehingga anda bisa mengerjakan soal lain dengan baik.

Jangan penasaran dengan soal tertentu. Karena hal ini akan mengursa waktu dan energi anda. Selain itu, hal itu juga dapat menguras keyakinan diri Anda sendiri dalam mengerjakan soal-soal berikutnya.

Untuk berlatih menaklukkan tes TPA ini, silakan download materi belajar Tes Potensi Akademik disini.